Jumat, 20 April 2012

Tugas 5


TUGAS 5

Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial yang mendasar yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia dewasa ini. Hal tersebut ditandai dengan adanya berbagai kekurangan dan ketidakberdayaan diri si miskin. Berbagai kekurangan dan ketidakberdayaan tersebut disebabkan baik faktor internal maupun eksternal yang membelenggu, seperti adanya keterbatasan untuk memelihara dirinya sendiri, tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya untuk memenuhi kebutuhan dan lain-lain. Dengan begitu, segala aktivitas yang mereka lakukan untuk meningkatkan hidupnya sangat sulit. Tetapi selama ini banyak perbedaan persepsi antara seseorang dengan orang lain tentang kemiskinan. Adanya perbedaan tersebut, maka perlu adanya pembatas.

Umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masa kini mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia pada zaman modern.

Kemiskinan adalah  ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak. Secara umum kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah garis nilai standar kebutuhan minimum baik untuk makanan dan non-makanan yang disebut garis kemiskinan atau batas kemiskinan. Garis kemiskinan adalah sejumlah rupiah yang diperlukan oleh setiap individu untuk dapat membayar kebutuhan makanan secara 2.100 kilo kalori per orang per hari dan kebutuhan non-makanan yang terdiri dari perumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi, serta aneka barang dan jasa lainnya. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

Penyebab Kemiskinan di Indonesia

·        Perkembangan pendapatan per kapita secara global
Pendapatan per kapita secara global di Indonesia bisa menjadi penyebab kemiskinan di Indonesia, terutama jika pendapatan per kapita mengalami kemerosotan. Bila produktivitas sumber daya manusia dan alam meningkat, maka pendapatan per kapita juga akan mengalami peningkatan. Sebaliknya, jika produktivitas sumber daya manusia dan alam menurun, maka pendapatan per kapita akan mengikuti. Kemerosotan pendapatan per kapita bisa terjadi bila meningkatnya standar perkembangan daerah, politik ekonomi yang sudah tidak sehat, serta beban hutang yang ditanggung.

·         Merosot etos kerja dan produktivitas dalam masyarakat
Kemerosotan etos kerja dan produktivitas dalam masyarakat kita terjadi karena tidak didukung dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang baik. Untuk selalu memiliki etos kerja dan produktivitas yang baik, sumber daya manusia harus dibenahi supaya bisa memaksimalkan sumber daya alam yang ada sehingga masyarakat yang memiliki sumber daya manusia yang baik bisa menjamin tingkat kehidupannya dengan maksimal tanpa ketergantungan yang berlebihan.

·         Biaya hidup yang tinggi
Sudah menjadi hukum alam jika baiaya hidup meningkat sedangkan pendapatan tidak sesuai, maka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik. Meningkatnya biaya hidup dalam masyarakat tertentu merupakan indisikasi ketidakseimbangan pendapatan yang diperoleh masyarakat yang tidak ditunjang dengan keahlian kerja, sementara persaingan dalam dunia kerja terus demikian. Jika demikian, wajar saja bila kemiskinan di Indonesia masih saja terjadi.

·         Subsidi dari pemerintah yang tidak merata
Penyebab kemiskinan di Indonesia yang terakhir adalah subsidi yang tidak merata dari pemerintah terhadap daerah. Penyebab kemiskinan di Indonesia dalam hal ketidakmerataan subsidi ini akan menyulitkan terpenuhinya berbagai kebutuhan pokok dalam masyarakat serta minimnya jaminan keamanan bagi masyarakat terutama masyarakat miskin.

Langkah Mengatasi Masalah Kemiskinan
Untuk itu kiranya pemerintah perlu membuat ketegasan dan kebijakkan yang lebih membumi dalam rangka menyelesaikan masalah kemiskinan ini. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan diantaranya:
1.  Menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran. Karena pengangguran adalah salah satu sumber penyebab kemiskinan terbesar di Indonesia.
2.   Memberikan subsidi pada kebutuhan pokok manusia, sehingga setiap masyarakat bisa menikmati makanan yang berkualitas. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya angka kesehatan masyarakat.
3.   Menghapuskan korupsi. Sebab, korupsi adalah salah satu penyebab layanan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal inilah yang kemudian menjadikan masyarakat tidak bisa menikmati hak mereka sebagai warga Negara sebagaimana mestinya.
4.      Menggalakkan program zakat. Di Indonesia, Islam adalah agama mayoritas. Dan dalam Islam ajaran zakat diperkenalkan sebagai media untuk menumbuhkan pemerataan kesejahteraan diantara masyarakat dan mengurangi kesenjangan kaya-miskin. Potensi zakat di Indonesia, ditenggarai mencapai angka 1 triliun setiap tahunnya. Dan jika bisa dikelola dengan baik akan menjadi potensi besar bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Upaya Mengatasi Kemiskinan yang dilakukan Pemerintah yang sedang berdiri saat ini yang hanya tinggal 2 Tahun lagi

1. Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan bagi anggota keluarga RTS diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan. Lima Komponen Tujuan MDG’s yang akan terbantu oleh PKH yaitu: Pengurangan penduduk miskin dan kelaparan, Pendidikan Dasar, Kesetaraan Gender, Pengurangan angka kematian bayi dan balita, Pengurangan kematian ibu melahirkan.

2. Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
BOS adalah program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah pertama sebagai wujud pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun. BOS diprioritaskan untuk biaya operasional nonpersonal, meskipun dimungkinkan untuk membiayai beberapa kegiatan lain yang tergolong dalam biaya personil dan biaya investasi. Tujuan umum program BOS untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar sembilan tahun yang bermutu. Sasaran program BOS adalah semua siswa di jenjang Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsyanawiyah (MTs), termasuk Sekolah Menengah Terbuka (SMPT) dan Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM) yang diselenggarakan oleh masyarakat, baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia. 

3. Program Bantuan Siswa Miskin (BSM)
Meski dana BOS diharapkan dapat meningkatkan jumlah keikutsertaan peserta didik, tapi faktanya, masih tetap saja ada siswa yang putus sekolah dan tidak melanjutkan. Penyebabnya, para orangtua kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan seperti baju, seragam, buku tulis dan buku cetak, sepatu, biaya transportasi, dan biaya lain-lain yang tidak ditanggung oleh dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).
Kebijakan Bantuan Siswa Miskin (BSM) bertujuan agar siswa dari kalangan tidak mampu dapat terus melanjutkan pendidikan di sekolah. Program ini bersifat bantuan bukan beasiswa, karena jika beasiswa bukan berdasarkan kemiskinan, melainkan prestasi.
Dana diberikan kepada siswa tingkat SD, dipergunakan untuk keperluan sekolah, seperti, pembelian buku pelajaran, seragam sekolah, alat-alat olahraga dan keterampilan, pembayaran transportasi ke sekolah, serta keperluan lain yang berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah.
BSM adalah bantuan yang diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu untuk dapat melakukan kegiatan belajar di sekolah. Bantuan ini memberi peluang bagi siswa untuk mengikuti pendidikan di level yang lebih tinggi. Selain itu, bertujuan untuk mengurangi jumlah siswa putus sekolah akibat permasalahan biaya pendidikan.
Sementara bagi siswa miskin di jenjang pendidikan menengah atas pemerintah menyiapkan bantuan khusus murid miskin di jenjang SMA dan bantuan beasiswa untuk siswa miskin pada jenjang SMK.
Di jenjang pendidikan tinggi, program beasiswa bagi anak kurang mampu juga digulirkan pemerintah dengan nama bantuan belajar mahasiswa miskin ber-IPK 2,5, dan beasiswa bidik misi. Bidik misi bertujuan untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang berpotensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi. Besarnya anggaran untuk beasiswa miskin diberbagai jenjang dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

4. Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS)
Jamkesmas adalah program bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan hampir miskin. Tujuan Jamkesmas adalah meningkatkan akses terhadap masyarakat miskin dan hampir miskin agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan. Pada saat ini Jamkesmas melayani 76,4 juta jiwa. 

5. Program Beras Untuk Keluarga Miskin (RASKIN)
Raskin merupakan subsidi pangan yang diperuntukkan bagi keluarga miskin sebagai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan pada keluarga miskin. Pendistribusian beras ini diharapkan mampu menjangkau keluarga miskin dimana masing-masing keluarga akan menerima beras minimal 10 Kg/KK tiap bulan dan maksimal 20 Kg/KK tiap bulan dengan harga bersih Rp 1.000/kg di titik-titik distribusi. Keberhasilan Program Raskin diukur berdasarkan tingkat pencapaian indikator 6T, yaitu: tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat administrasi.
Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras dan mencegah penurunan konsumsi energi dan protein. Selain itu raskin bertujuan untuk meningkatkan/membuka akses pangan keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima manfaat dengan jumlah yang telah ditentukan.

Terimakasih kepada Bapak / Ibu Blogger yang secara tidak langsung telah membantu terselesaikannya tugas saya, semoga bermanfaat bagi setiap yang membacanya dan untuk Pemerintah tolong dilihat rakyat rakyat kecil diluar sana yang membutuhkan perhatian.







Jumat, 13 April 2012

Tugas 4

TUGAS 4

Pembiayaan selalu berkaitan dengan sistem perekonomian atau aktivitas bisnis yang dilakukan oleh masyarakat untuk menjalankan hidupnya, baik itu bisnis kecil maupun bisnis yang sangat besar. Pengertian bisnis di mata masyarakat berbeda-beda, tapi sebagian masyarakat berpendapat Bisnis itu adalah aktivitas usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengarah kepada penambahan nilai tambah melalui proses penyerahan jasa yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa perdagangan atau pengelolaan barang (produksi) untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Bisnis itulah usaha Anda pribadi untuk mendapatkan penghasilan yang Andam sebagai penentunya. Bagi mereka yang tidak ingin terikat suatu ritme kehidupan yang monoton, akan lebih memilih bisnis sebagai sarana mencari penghasilan. Dengan bisnis, penghasilan tetap bisa didapat dengan segala keleluasaan Anda sebagai pengelola bisnis itu dalam menjalani kehidupan ini.
Pembiayaan adalah kegiatan pendanaan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang telah di rencanakan .

Pembiayaan sektor mikro mempunyai tujuan untuk menganalisis pasar beserta mekanismenya dalam membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, serta alokasi dari sumber terbatas di antara banyak penggunaan alternatif. Pembiayaan sektor mikro  biasanya ditujukan untuk perusahaan dan usaha kecil. Jadi, pembiayaan sektor Mikro adalah pembiayaan yang memang ditujukan untuk masyarakat khususnya masyarakat bawah ataupun menengah dimana pembiayaan tersebut tidak berasal dari dana yang berasal dari masyarakat.

Pembiayaan sektor mikro mempunyai tujuan yaitu:
  1. Meningkatkan akses usaha mikro yang ada dimasyarakat terhadap pelayanan pembiayaan di Lembaga Keuangan Pelaksananya. 
  2. Lembaga Keuangan Pelaksana sebagai agen pembangunan didaerah dapat melaksanakan fungsinya sehingga dapat mendukung peningkatan dan perkembangan usaha di sektor pertanian untuk masyarakat berpenghasilan rendah. 
  3. Fleksibilitas pembiayaan syariah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena pembiayaan mikro syariah ini di desain untuk melayani masyarakat yang memiliki penghasilan rendah atau pengusaha mikro dan kecil yang bergerak di sektor agribisnis. Skim ini selain memiliki karakteristik yang identik dengan pasar sasarannya yaitu sektor mikro , juga harus mampu memenuhi persyaratan dan ketentuan yang tidak menyimpang dari Peraturan Bank Indonesia dengan tetap menggunakan prinsip prudential banking dan mentaati kepatuhan pada prinsip-prinsip syariah.

Pembiayaan Corporate merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah untuk semua. Ada dua hal yang ditekankan dalam konsep ini. Pertama, pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar, akurat   dan tepat pada waktunya. Kedua, kewajiban perusahaan untuk melakukan pengungkapan secara akurat, tepat waktu dan transparan terhadap semua informasi kinerja perusahaan, kepemilikan dan skateholder.


Pembiayaan Corporate mempunyai tujuan yaitu:
  1. Pemenuhan tujuan strategis perusahaan berupa peningkatan nilai saham dan value perusahaan. 
  2. Pemenuhan tanggung jawab kepada stakeholders khususnya komunitas setempat.
  3. Dipatuhinya kerangka yurudis yang ada.
  4. Mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi semua stakeholders yang menekankan pentingnya hak pemegang saham.
 
Yang Menguntungkan diantara Pembiayaan Sektor Mikro dan Pembiayaan Corporate yaitu:

Pembiayaan Sektor Mikro, karena sebagian besar masyarakat Indonesia adalah pelaku usaha mikro, kalau kita bisa meningkatkan performance mereka. Mereka dapat keuntungan, secara tidak langsung kita ikut meningkatkan perekonomian Indonesia. Karena efek multiplayernya lebih cepat dibandingkan dengan memberi pembiayaan kepada sektor besar. Misalnya kita punya dana RP 1 miliar dan kita melakukan pembiayaan sebesar satu juta perorang, berarti ada seribu orang yang bisa kita bantu. Pengalaman dari krisis bangsa Indonesia yang berhasil bertahan bahkan tumbuh dengan baik adalah Sektor Mikro. Mereka mempunyai daya tahan yang lebih baik dan mempunyai daya adaptasi yang lebih cepat. 

Berbeda dengan pembiayaan corporate yang mempunyai banyak resiko karena pembiayaan ini memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut:
  1. Para dewan direktur dalam banyak kasus telah gagal berfungsi sebagai komite pengawas atas nama pemegang saham. 
  2. Keterlibatan pemegang saham minoritas dalam pembuatan cenderung pasif dan peran mereka dalam pengawasan dan pengendalian cenderung lemah. 
  3. Pengawasan dan kedisplinan oleh kreditor masih lemah dan kurang, karena adanya hubungan dekat anatara kreditor dan peminjam.
  4. Rendahnya standar transparasi dan pengungkapan dari suatu masalah menyulitkan pengawasan dan pengendalian oleh pemegang saham dan kreditor minoritas. 
  5. Perlindungan hukum bagi pemegang saham kreditor minoritas masi kurang, ini disebabkan oleh lemahnya penegak hukum sehingga dislipin eksternal menjadi lemah dan tidak baik oleh pemegang saham mayoritas tidak terdeteksi.
  6.  Dislpin eksternal lebih lanjut telah tergerus akibat lemahnya persaingan dalam pemasaran produk dan masih tertinggalnya pasar modal.

Tantangan Pembiayaan terhadap Pergolakan Sistem Perekonomian 

Tantangan Pembiayaan Sektor Mikro yaitu:
  1. Keterbatasan sumber dana untuk jangka panjang 
  2. Kerugian apabila usaha kecil yang diberikan dana tidak terlihat performacenya 
  3. Pembiayaan tidak mengenali karakteristik dari sektor pasar
  4.  Capacity building sektor UMKM yang merupakan pra-syarat sering diabaikan

Tantangan Pembiayaan Corporate yaitu:
  1. Risiko perusahaan dalam memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan pokok utang 
  2. Pembentukannya membutuhkan biaya yang cukup tinggi 
  3. Kepemilikannya yang dapat berpindah-pndah secara mudah

Terimakasih kepada Bapak / Ibu Blogger yang secara tidak langsung telah membantu terselesaikannya tugas saya, semoga bermanfaat bagi setiap yang membacanya.

Moeljono, Djokosantoso. 2005. Good Corporate Culture sebagai Inti Dari Good Corporate Governance. Jakarta: Elex Media Komputindo
http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis/
http://galeriukm.web.id/permodalan/bca-syariah-siapkan-pembiayaan-usaha-mikro
http://islamicmicrofinance.blogspot.com/2010/04/skim-pembiayaan-mikro-pertanian-syariah.html

Selasa, 27 Maret 2012

Tugas 3

Abstrak
Pengangguran menjadi masalah yang pasti dialami oleh semua masyarakat baik itu negara berkembang ataupun negara maju sekalipun. Tidak akan ada habisnya bila membahas  tentang pengangguran. Penanggulangan pengangguran menjadi upaya yang harus dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Pengangguran dapat terjadi karena jumlah angkatan kerja yang ada lebih banyak dari pada jumlah kesempatan kerja dikarenakan adanya ledakan penduduk pada suatu negara, factor modernisasi baik produksi sektor pertanian maupun sektor produksi bidang industri ataupun usaha-usaha jasa lainnya yang dalam hal ini para produser berusaha mengantikan peranan tenaga produksi berupa manusia diganti dengan berupa mesin dengan suatu alasan ekonomis dan praktis karena mesin akan lebih murah, lebih cepat, atau efisien dan perkayaan pada pekerja yang telah memasuki masa pensiun walaupun hanya sedikit tetapi hal ini dapat mempengaruhi terjadinya pengangguran, ataupun angkatan kerja tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta oleh dunia kerja. Pengangguran menghasilkan dampak yang sangat signifikan dalam tingkat kemakmuran yang mungkin dicapai tidak maksimal dikarenakan pengangguran menyebabkan pendapatan nasional yang dicapai lebih rendah dari pendapatan nasional potensial, kehilanggan kemampuan dalam keterampilan dikarenakan penganggur dalam periode yang lama akan menyebabkan tingkat keterampilan pekerja menjadi semakin menurun, dan ketidakstabilan politik dikarenakan tuntutan dan kritik akan dilontarkan kepada pemerintah yang disertai aksi unjuk rasa dan kegiatan-kegiatan bersifat kriminal juga semakin meningkat.
Pemerintah juga melakukan upaya untuk menanggulai pengangguran akan tetapi dalam menganggulai pengangguran pemerintah mendapatkan hambatan antara lain dalam faktor mentalisasi pada pengangguran yang masih melekat pada sebagian besar para angkatan kerja atau penganggur kita baik itu penganggur dikota, dan yang berada didesa, faktor pendidikan atau keterampilan yang berlatar belakang pendidikkan yang rendah lebih kurang 21 juta diantaranya buta huruf  tidak mengenal bangku sekolah disamping itu tidak sedikit yang mengalami putus sekolah, baik SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, factor modal dan factor data yaitu tidak objektifnya data para penganggur yang ada, dalam arti tidak jelasnya atau tidak lengkapnya para penganggur atau pencari kerja yangb mendaftarkan diri pada kantor resor tenaga kerja dimana-mana .
Selain dari pemerintah usaha penganggulangan lain juga dilakukan diantaranya Proyek Pusat Latihan Kejuruan (PLK) adalah suatu proyek yang diadakan oleh pemerintah dalam hal ini ialah Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru, pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja, Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja karena pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli, dan muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil.
Pengangguran juga berdampak pada kepada kehidupan manusia. Pengangguran menyebabkan tingkat kemakmuran yang mungkin dicapai tidaklah maksimal. Pengangguran menyebabkan pendapatan nasional yang dicapai lebih rendah dari pendapatan nasional potensial.  Pengangguran dapat membuat seseorang kehilangan kemampuan keterampilan, keterampilan dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan hanya dapat dipertahan-kan apabila keterampilan tersebut digunakan dalam praktik. Pengangguran juga berdampak pada kestabilan sosial dan politik, kegiatan ekonomi yang lesu dan pengangguran yang tinggi dapat menimbulkan rasa tidak puas masyarakat kepada pemerintah berbagai tuntutan dan kritik akan dilontarkan kepada pemerintah yang disertai aksi unjuk rasa, sehingga mengganggu stabilitas politik.


NAMA                        : ASWAJUN FEBRYANI (28211404)
KELOMPOK                                                                                    
·         MUHAMMAD IQBAL HAWARI (28211713)
·         CAMILLA ZAHRA (28211484)
·         LUKMAN TRI ALIANSYAH (28211429)
·         ROBI EPIAN (28211601)

 Terimakasih kepada Bapak / Ibu Blogger yang secara tidak langsung telah membantu terselesaikannya tugas saya, semoga bermanfaat bagi setiap yang membacanya.

 Referensi :
-Bakri, Zainab. 1984, Angkatan Kerja di Indonesia. Jakarta : Raja wali

-Squire, Lyn. 1982, Kebijaksanaan Kesempatan Kerja di Negara-Negara yang sedang Berkembang.  Jakarta: Pustaka Bradjaguna





Minggu, 11 Maret 2012

Perekonomian Indonesia


Keadaan Perekonomian Indonesia secara Global
Sebelum krisis uang rupiah terjadi, masyarakat Indonesia dan dunia boleh dikatakan sangat optimis mengenai prospek perekonomian Indonesia pada abad 21. Banyak kalangan yang percaya bahwa dalam waktu dekat ini Indonesia akan menjadi a new asian tiger. Rasa optimis ini dapat dimengerti terutama melihat sejarah bahwa sejak pemerintahan Orde Baru berdiri hingga pertengahan tahun 1997 proses pembangunan ekonomi di Indonesia berjalan cukup lancar, walaupun beberapa kali digoncang oleh factor eksternal, seperti turunnya harga minyak mentah dipasar internasional, resensi ekonomi dunia pada pertengahan tahun 1980an dan apresiasi nilai tukar yen terhadap dolar AS pada tahun 1995 yang lalu. Salah satu kesalahan yang membuat rasa optimis itu tidak didasari fakta yang sebenarnya adalah karena masyarakat Indonesia selama ini hanya memperhatikan laju pertumbuhan output atau produk domestic bruto (PDB) dan perkembangan ekspor non-migas.
Pendapat domestic bruto (PDB) Indonesia saat ini menempati urutan ke-18 dari 20 negara yang mempunyai PDB terbesar didunia. Hanya ada 5 negara Asia yang masuk kedalam daftar yang dikeluarkan oleh bank Dunia. Kelima Negara Asia tersebut adalah Jepang (urutan ke-21) Cina (urutab ke-3) India (urutan ke-11) dan Korea Selatan (urutan ke-15). Indonesia yang kini mempunyai PDB mencapai US$700 miliar, boleh saja berbangga. Apalagi, dengan pendapatan perkapita yang mencapai US$3000 per tahun mendapatkan Indonesia diurutan ke-15 negrar-negara dengan pendapatan perkapita yang besar. Belum lagi, indeks harga saham gabungan yang mencatat rekor terbaik se-Asia Pasifik pada 2010.
a.      Investasi
Investasi merupakan salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan agregat. Besarnya nilai investasi atau rasio investasi terhadap PDB atau PNB juga mencerminkan tingkat industrilisasi disuatu Negara.  Rasio investasi dengan PNB Indonesia masih lebih rendah dari tingkat rata-rata ASEAN, sama halnya Filipina. Sebenarnya hanya melihat pada nilai investasi atau rasionya terhadap PDN/PDB tidak cukup. Tidak ada artinya jika sebagian besar dana untuk membiayai investasi disuatu Negara berasal dari luar. Di Indonesia sumber utama pembentukkan modal berasal dari luar. Satu-satunya sumber dari dalam negeri adalah tabungan nasional (jumlah tabungan dari pemerintah masyarakat dan dunia usaha) yang kontribusinya walaupun meningkat, masih relative kecil. Ahli pemasaran dunia, Philip Kotler menilai Indonesia sudah layak menjadi negara kekuatan ekonomi baru sejajar dengan negara Brazil, Rusia, India, dan China yang tergabung dalam kelompok BRIC. Berbagai keberhasilan Indonesia dicapai dalam melaksanakan reformasi politik dan mengatasi krisis keuangan pada 1998, ketahanan Indonesia dalam menghadapi krisis global 2008, serta kinerja dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat. Besarnya peluang investasi di Indonesia, baik dalam skala besar maupun kecil, hal ini terkait dengan kebutuhan infrastruktur, energi, pertanian dan komunikasi yang diperlukan Indonesia. Kondisi Indonesia saat ini tengah menunjukkan perubahan ke arah yang lebih positif. Sebagai contoh tingkat korupsi di Indonesia saat ini semakin menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

b.      Inflasi
Untuk periode 1996 Indonesia merupakan Negara ASEAN dengan tingkat inflasi paling tinggi didalam kawasan ekonomi, ini mencerminkan bahwa tingkat daya saing efisiensi perekonomian nasional lebih rendah dibandingkan dinegara-negara ASEAN lainnya. Rendahnya tingkat kompetatif dan efesiensi ini dapat disebabkan tidak saja oleh fundamental ekonomi makro tetapi lebih ditentukan oleh fundamental ekonomi meso. Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan adalah ditahun 1997 dimana pada masa itulah awal terjadinya krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar pada level 4,7 persen, sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang 7,8 persen. Kondisi keamanan yang belum kondusif akan sangat memengaruhi iklim investasi di Indonesia. Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan akan menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimasa mendatang. Bagi Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada tingkat wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar negeri. Namun semua itu bisa terwujud apabila kondisi keamanan dalam negeri benar-benar telah kondusif. Kebijakan pemerintah saat ini di dalam pemberantasan korupsi sangat turut membantu bagi pemulihan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi yang merupakan salah satu indikator makro ekonomi menggambarkan kinerja perekonomian suatu negara akan menjadi prioritas utama bila ingin menunjukkan kepada pihak lain bahwa aktivitas ekonomi sedang berlangsung dengan baik pada negaranya.

c.       Perdagangan Luar Negeri (Ekspor Neto)
Diantara negara-negara ASEAN, Indonesia masih selalu termasuk Negara defisit dalam neraca perdagangan totalnya (barang dan jasa). Indonesia hingga saat ini belum dapat menonjol sebagai salah satu Negara prosedur produk-produk manufaktur non-tradisional, terutama dengan kandungan teknologi menengah dan tinggi. Struktur ekspor Indonesia menunjukkan bahwa ekspor nasional masih lebih banyak dari migas dan komoditi primer lainnya daripada produk-produk manufaktur. Seiring dengan krisis keuangan global yang terjadi di tahun 2008 tersebut perdagangan internasional Indonesia mengalami penurunan tajam pada surplus perdagangan total. Sejak tahun 2005 - 2007 perkembangan surplus perdagangan Indonesia selalu positif. Dari posisi 27.9 miliar dolar di tahun 2005, pada tahun 2007 surplus perdagangan Indonesia mencapai angkat 39.6 miliar dolar AS. Akan tetapi pada tahun 2008 surplus perdagangan tersebut anjlok hingga hanya sebesar 7.8 miliar dolar AS.  Di tahun 2009 terjadi peningkatan surplus dan membaik ke level 19.7 miliar dolar AS. Sementara itu di tahun 2010 ini kembali terjadi peningkatan. Pada periode Januari hingga April 2010 surplus perdagangan Indonesia mencapai angkat 8.8 miliar dolar, mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2009, yaitu sebesar 7.2 miliar dolar.

d.      Hutang Luar Negeri
Besarnya ketergantungan proses pembangunan ekonomi disuatu Negara terhadap hutang luar negeri (HL) dapat juga menjadi salah satu penyebab besarnya economic vulnerability Negara tersebut terhadap gejolak-gejolak eksternal (global). Sayang rakyat Indonesia selama ini sering dibohongi oleh pemerintah. Utang luar negeri dihubungkan dengan rasio Produk Domestik Bruto (PDB). Akibatnya, utang Indonesia terlihat seakan-akan mengalami penurunan, padahal nominalnya sebenarnya selalu bertambah. Pada masa pemerintahan SBY-JK tahun 2004-2009, utang luar negeri Indonesia bertambah tidak kurang dari Rp.350 triliun. Jika pada tahun 2004, jumlah utang Indonesia sebesar 1.294,8 triliun, pada tahun 2008 jumlah tersebut meningkat menjadi 1.623 triliun. Pada tahun 2009 utang Indonesia sudah menjadi 1.667 triliun atau lebih dari 30 % produk domestik broto karena meminjam kembali dari Bank Dunia. Dalam hal HL sebenarnya yang perlu diperhatikan bukan jumlah absolutnya melainkan nilai relatifnya terhadap nilai tambah ekonomi dari Negara peminjam. Selain itu yang sangat menentukan besar kecilnya kerawanan ekonomi Negara peminjam akibat HL tidak dilihat dari total pinjaman (nilai absolut) maupun kenaikkannya setiap tahun (presentase pertumbuhan), melainkan kemampuan negara tersebut dalam melunasi seluruh HL-nya pada waktunya.

Terimakasih kepada Bapak / Ibu Blogger yang secara tidak langsung telah membantu terselesaikannya tugas saya, semoga bermanfaat bagi setiap yang membacanya.
Djiwandono, J.Soedradjad. 2001. Bergulat dengan Krisis dan Pemulihan Ekonomi Indonesia. Jakarta:Pustaka Sinar Harapan
Tambunan, Tulus. 2001, Perekonomian Indonesia Menyongsong Abad XXI. Jakarta:Pustaka Sinar Harapan 
http://www.4shared.com/document/XFsGjSK5/Inflasi_dan_Perekonomian_di_In.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi_dan_perekonomian_Indonesia
http://www.anneahira.com/kondisi-perekonomian-indonesia-saat-ini.html